Polres Tak Serius Tindak PT Timah

KARIMUN – Laskar Merah Putih (LMP) Cabang Karimun tidak serius dalam menindaklanjuti kasus jual beli bahan bakar minyak (BBM) subsidi antara pemiliki kios dengan PT Timah Unit Kundur.

Sebelumnya Polres telah menetapkan satu orang tersangka yakni  Edy, pemilik kios yang mensuplai BBM subsidi ke perusahaan BUMN tersebut.   Polisi hingga saat ini tidak menahan Edy  yang telah dinyatakan sebagai tersangka.

Di pihak lain, Manajemen PT Timah Unit Kundur yang menikmati BBM subsidi sama sekali tidak disentuh aparat Polres Karimun. Oleh karena itu LMP menilai Polres tidak serius  menindaklanjuti kasus tersebut.

“Kita sebagai masyarakat biasa sangat kecewa dari apa yang telah dilakukan pihak PT Timah yang menggunakan BBM subsidi milik masyarakat  di Pulau Kundur. Polisi telah menetapkan pemilik kios sebagai  tersangka, lalu kapan pihak PT Timah  sebagai pengguna  BBM subsidi dijadikan tersangka? Logikanya mereka bermain dari dua belah pihak, tidak mungkin cuma satu yang tersangka?,” kata Maruli Rani SH, Ketua Bidang Politik, Hukum dan HAM serta Pertahanan dan Advokasi Masyarakat LMP Cabang Karimun.

Menurut Maruli, tidak hanya masyarakat yang dirugikan melainkan pemerintah daerah. Sebab pemerintah menyediakan BBM subdisdi untuk masyarakat tapi dinikmati  PT Timah.

Menjawab polisi melakukan tebang pilih dalam penanganan kasus, Ruli menduga hal itu bisa saja terjadi. Ia mengatakan, persoalan tersebut sudah lama terjadi sekitar dua bulan silam, namun secara perlahan seolah didiamkan, sehingga masyarakat tak mempertanyakan lagi sejauh mana tindakan Polres terhadap PT Timah dan pemilik kios, Edy.

Maruli mengatakan, LMP mengingatkan kepada Polres Karimun agar tidak menghilangkan perkara tersebut. Karena sampai saat ini masih ditunggu seperti apa kejelasan kasus tersebut.

“Yang kita pertanyakan adalah kenapa penanganan terhadap PT Timah diperlambat, selama itu kah menangani kasus yang melibatkan BUMN itu?. Apakah sudah ada perundingan khusus antara PT.Timah dengan Polres Karimun?. Ini yang perlu dijelaskan oleh aparat kepolisian, jangan cuma diam,” tegasnya.

Dalam hal ini kata Maruli lagi, LMP akan terus mengawasi permasalahan hak masyarakat yang digasak oleh PT.Timah, namun belum ada kejelasan kasus.

Sebelumnya, Kapolres Karimun, AKBP Benyamin Sapta T.SIK mengatakan,  masih akan melakukan pendalaman kasus dugaan penjualan BBM subsidi kepada  PT Timah Unit Kundur.

“Saat kami ini masih melakukan pendalaman dan masih melakukan pemeriksaan terhadap semuanya. Dan sampai hari ini baru beberapa orang yang kita periksa,” ujar Benyamin, pertengahan bulan lalu, di Kundur.

Apakah ada indikasi keterlibatan PT.Timah Unit Kundur dalam melakukan penyalahgunaan BBM, Benyamin mengaku tunggu hasil mendalaman pemeriksaan. Dimana dari hasil proses penyelidikan akan dicari siapa yang bertanggungjawab.

Menyinggung kendaraan milik PT Timah Unit Kundur yang jelas-jelas dipergok aparat Polres Karimun masih tetap beroperasi, Benyami mengaku
penahanan  kendaraan tidak dengan serta merta.

“Kenapa kita tidak menahan Edy, ‘kan sama seperti itu. Kita bisa saja menetapkan tersangka namun tidak ditahan dulu untuk melakukan penyidikan,” jelasnya.

Yang jelas kata Edy, dari proses penyelidikan tersebut baru bisa diketahui apakah PT Timah Unit Kundur terindikasi ikut terlibat dalam penyalahgunaan BBM subsidi atau tidak.

Sumber : haluankepri.com   Kamis, 02 August 2012 00:00


Merdeka NKRI Harga Mati..Semoga Sukses

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s